Senin, 30 November 2009
Saya, Pak Lurah dan Mas Pujo SKH KOMPAS
Minggu, 29 November 2009
Musyawarah Pembentukan Kepengurusan Paguyuban Bulu Tangkis
PAGUYUBAN BULUTANGKIS
SUSUNAN PENGURUS
No. | Jabatan | Nama |
1. | Pelindung/Penasihat | Bpk Prihadi (Kepala Desa Songbanyu) |
Kepala Desa Songbledeg | ||
Seluruh Kadus di Desa Songbanyu | ||
Bpk Parjo (Kaur Kesra) | ||
Bpk Wahono (Kaur Pem) | ||
Bpk Sukatno (Tokoh Masyarakat) | ||
Bpk Warso (Tokoh Masyarakat) | ||
Bpk Katmin (Ketua RT) | ||
Bpk Surat (Ketua RT), Bpk Siswanto/Tulatno | ||
Bpk Slamet Wiyono, Kepala Dusun Jamburejo | ||
2. | Pembina | Bpk Sujono, Bpk Sardi |
Bpk Bambang | ||
3. | Ketua Umum | Bpk Kismanto (Sekretaris Desa Songbanyu |
Bpk Sarwanto HS (Ketua Karang Taruna) | ||
4. | Sekretaris | Bpk Suliman, Ibu Etik Sunarti |
Bpk Suparman | ||
5. | Bendahara | Bpk Leonaldi, Bpk Wasno |
Bpk Suyadi | ||
6. | SEKSI-SEKSI: | |
a. Sie Dana dan Usaha | ||
Bpk Sunoto | ||
Bpk Saidi | ||
b. Sie Perlengkapan | ||
Sdr Parno | ||
Sdr Widi | ||
Sdr Sapto | ||
Bpk Sutam | ||
Bpk Gunanto | ||
Bpk Tupan | ||
Bpk Sukatman (Salam II) | ||
Bpk Wakijan | ||
Bpk Antoro | ||
Bpk Santo | ||
Sdr Roni | ||
Sdr Lukman | ||
c. Sie Humas | ||
Bpk Sularno Bedok, Bpk Musmanto, Bpk Sukiran | ||
Bpk Ristiyanto/Aris, Bpk Wantoro. | ||
d. Sie Keamanan | ||
Hansip, Bpk Heri (Janglot), Purwanto (Gabugan), | ||
Bpk Nardi (Salam II), Satino (Gesik) | ||
e. Sie Latihan | ||
Bpk Budi | ||
Bpk Siswanto, Bpk Heru ( | ||
f. Sie Konsumsi | ||
Ibu Sumiati, Ibu Juminah, Ibu Warso, Ibu Saniyem | ||
g. Sie PPPK | ||
Bpk Sukatman (Salam II), Bpk Susianto ( | ||
h. Pembantu Umum | ||
Sie Olahraga KARANGTARUNA DESA SONGBANYU | ||
Senin, 23 November 2009
Sabtu, 21 November 2009
Langganan:
Komentar (Atom)


Akan ia berikan sekepal tangan nasi putih kepada perut kosong dan wajah kosong. Tangannya terkepal di udara. "Aku mau hidup seribu tahun lagi". Masih dengan tangan terkepal menabrak angin di udara, anak-anak itu mencoba mengingat-ingat sajak Chairil Anwar. Hari ini, mereka ingin berteriak keras, kalau bisa ingin ia runtuhkan bukit-bukit itu dengan suaranya. "Mboookk,.... aku lapar. Aku mau makan...." ucapnya lirih tak lama kemudian kepada Emboknya yang lagi asyik mengepal nasi untuk diberikan kepada puluhan teman lainnya di desa itu.


MAKAN. Setiap orang memang perlu makan, kecuali orang yang sedang puasa atau orang sedang sakit parah sehingga tenggorokannya tidak sanggup menerima makanan. Tapi, orang tidak makan juga bisa karena tidak ada yang dimakan. Nah, gambar di atas adalah gambar anak desa yang kami berikan makanan nasi bungkus daun pisang dengan lauk oseng-oseng tempe. Anak ini memang sedang makan. Kami punya 20 Kg beras, lalu dimasak oleh Ibu-ibu desa, kemudian dibagi-bagikan kepada anak-anak. Nikmatnya orang makan: ya dirasakan betul oleh anak ini.

Tidak gampang memang menjadi jurnalis yang berpihak pada masyarakat marjinal, miskin dan "sengsara" itu. Tapi Mbak Mawar, Mas Haryadi Saptono, Mas Pujo, dkk-nya, punya hal itu. Terlalu banyak hal yang ingin kami sampaikan kepada mereka, sampai-sampai tidak banyak kata yang keluar. Tenggorokan kami tersekat, kering. Kemarau itu tampaknya terlampau galak. Menggosongkan urat-urat di leher kami. Selamat bekerja. Sukses untuk panjenengan semua. Salam untuk keluarga besar SKH Kompas. Tuhan berpihak kepada kita. Amin


Ketua Karang Taruna menyerahkan hadiah kepada pemenang Volly Putri
Untuk menggalang kebersamaan warga, Ketua Karang Taruna Desa Songbanyu menyelenggarakan ruang publik berupa lapangan bulutangkis. Lapangan bulutangkis ini memanfaatkan halaman rumah Ketua Karang Taruna. Pembiayaan pembuatan lapangan ini menggunakan dana pribadi, sedangkan pengerjaannya digarap secara bersama-sama para pemuda dan elemen warga masyarakat setempat. Setelah lapangan jadi, maka dipakailah bersama-sama. Lumayan, kita bisa sehat secara fisik dan bisa menciptakan ruang baru untuk berdiskusi dengan berbagai pihak. Dalam perkembangan berikutknya, kita membentuk Paguyuban Bulu Tangkis yang kini pengurus dan anggotannya berjumlah seratus orang lebih. Anak-anak pun diwadahi di dalam organisasi ini dan diberikan jadwal untuk latihan rutin. Semoga bermanfaat.
Anak-anak harapan bangsa ini tekun belajar bersama
Ustad Suranto dengan sabar membimbing anak-anak belajar mengaji.

Bu Sito, atau kami kadang-kadang juga memanggil dengan sebutan keakraban Mbak Sito, pernah berkenan datang ke Salam I, tepatnya di Masjid As-Salam. Mbak Sito bertemu dengan umat. Mbak Sito menyampaikan banyak hal, utamanya tentang spiritualisme, motivasi dan semangat yang mesti dimiliki oleh warga masyarakat pedesaan yang secara geografis terletak di pinggiran ini (asal secara politik dan ekonomi, dan juga budaya, tidak dipinggirkan oleh penguasa). Mbak, kami warga masyarakat menanti kehadiran Mbak di tempat kami. Banyak hal yang kami nantikan dari Mbak. Pokoknya kalau kami berkesempatan ketemu face to face, akan kami muntahkan uneg-uneg itu. Matur sembah nuwun. Dan kalau ada salah kata dan salah tindakan, kami mohon dimaafkan.


























